Rabu, 20 November 2013

Komisi I DPR Akan Temui Snowden di Rusia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya mengatakan, berencana melakukan kunjungan ke Rusia untuk menemui Edward Snowden. Tujuannya, menggali informasi lebih lanjut mengenai penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat dan Australia terhadap beberapa pejabat Indonesia.
Edward Snowden"Ketika akses kepada Edward Snowden itu bisa kita dapatkan dan jadwalnya sudah didapatkan maka Komisi I akan mengirimkan delegasi untuk bertemu Snowden di Moskow," kata Tantowi saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).
Menurut dia, untuk rencana kunjungan ke Rusia itu, Komisi I masih menjajaki informasi dari Kedutaan Besar Indonesia di Moskow. Serta dari Kedutaan Besar Rusia yang ada di Jakarta.
Namun, ujarnya, Komisi I juga belum membahas lebih jauh mengenai jumlah delegasi yang akan dikirimkan dan siapa saja yang siap untuk berangkat ke Rusia.
"Kami belum membahas berapa orang yang akan berangkat dan siapa yang siap berangkat. Namun, yang jelas bila kami mendapat lampu hijau, baru kami mengirim delegasi untuk berbicara langsung dengan Snowden," ujarnya.
Ia berharap pertemuan antara delegasi Komisi I dan Snowden dapat memeroleh data baru mengenai penyadapan yang dilakukan oleh Australia dan AS.
"Karena bisa saja informasi yang disebarkan oleh Snowden itu belum semuanya. Kan kita tahu informasi yang disampaikan Snowden itu tercicil sedikit-sedikit," kata Wasekjen Partai Golkar tersebut.
Bila tidak ada anggaran dari Komisi I, ujarnya, Golkar akan mengirimkan beberapa anggota Komisi I untuk bertemu Snowden. "Jadi, kami dari Fraksi Golkar tidak tergantung dengan anggaran dari Komisi I," ujarnya.
Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara
  

Senin, 18 November 2013

"Menlu Minta Dubes Indonesia untuk Australia Pulang Bawa Koper Besar",Ada apa ini ?

Daftar pejabat Indonesia berikut ponselnya yang disadap Badan Intelijen Australia.VIVAnews - Pemerintah Indonesia memanggil pulang Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Langkah ini salah satu dari sikap Pemerintah Indonesia terhadap aksi penyadapan yang dilakukan Badan Intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat lainnya.

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, Senin 18 November 2013, menegaskan bahwa pemanggilan Dubes Nadjib Riphat Kesoema adalah langkah tegas yang diambil Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat ini.

"Jangan diremehkan, jangan dikecilkan sikap kita yang terganggu. Karena kita dalam posisi yang benar. Kalau Dubes dipanggil pulang, bukan masalah remeh," ujar Marty dalam Konferensi Pers di Kantor Kementrian Luar Negeri, Jakarta.

Pemanggilan tersebut, kata Marty, untuk kepentingan konsultasi. Namun Marty belum bisa mengatakan kapan Dubes Nadjib pulang ke tanah air.

Namun dia sempat berpesan kepada Nadjib agar membawa koper yang besar ketika pulang. "Jangan bawa koper yang terlalu kecil," ucapnya.

Selain memanggil Dubes Indonesia untuk Australia, Marty juga mengatakan telah memanggil Dubes Australia di Indonesia, Greg Moriarty. Namun karena Dubes Greg sedang berada di luar kota, hanya Wakil Dubes, David Engel, yang bisa diminta keterangan.

Menurut Marty, kini Indonesia menunggu Pemerintah Australia untuk memberikan pernyataan terkait penyadapan. Pemerintah Indonesia, kata Marty, tidak memberikan batas waktu kepada Australia. "Saya nggak berikan deadline," katanya.

Penarikan Nadjib ini merupakan bentuk kemurkaan Pemerintah Indonesia terhadap isi pemberitaan harian Sydney Morning Herald (SMH) dan Guardian yang membongkar praktik penyadapan yang diduga dilakukan Badan Intelijen Australia (DSD) terhadap Presiden SBY dan Ibu Negara, Ani Yudhoyono. Kedua media asing tersebut memperoleh informasi dari dokumen mantan kontraktor Badan Intelijen Amerika Serikat (NSA), Edward J. Snowden.

Harian Guardian bahkan memaparkan secara khusus beberapa dokumen dalam bentuk slide presentasi milik DSD. Mereka menulis DSD telah menyadap komunikasi Presiden SBY di bulan Agustus 2009 lalu selama lebih dari 15 hari.

Di dalam dokumen itu tertulis daftar panggilan keluar dan masuk ke dalam ponsel pribadi Presiden SBY yang saat itu masih menggunakan perangkat ponsel Nokia E90-1. Data panggilan di dalam slide itu mencakup nomor si penelepon, nomor tujuan telepon keluar, lama durasi percakapan di telepon dan jenis komunikasi yang dilakukan Presiden SBY, apakah itu SMS atau panggilan suara

Selain Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono, DSD turut menyadap beberapa figur penting lainnya, yaitu mantan juru bicara luar negeri Presiden SBY dan mantan Duta Besar Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal; mantan juru bicara kepresidenan, Andi Mallarangeng; mantan Mensesneg, Hatta Radjasa; mantan Wapres, Jusuf Kalla; mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat sebagai Direktur Grup Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati; mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil; dan mantan Menkopolkam, Widodo Adi Sucipto.

Pemerintah Indonesia sebelumnya juga pernah menarik Dubes di Australia tahun 2006 silam, sebagai bentuk protes atas keputusan Negeri Kanguru memberikan visa kepada 42 warga Papua. Kantor berita BBC, 23 Maret 2006, melansir saat itu Dubes Indonesia dipanggil pulang dengan pesawat pertama yang tersedia.

Indonesia saat itu menuduh Negeri Kanguru menerapkan standar ganda, karena sebelumnya telah menolak permintaan suaka pendatang dari negara-negara lain.  (eh)

Alfred Riedl Jadi Calon Tunggal Pengganti Jacksen


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumor kembalinya Alfred Riedl ke kursi kepelatihan timnas senior Indonesia bukan isapan jempol belaka. Riedl bahkan menjadi calon tunggal sebagai pengganti Jacksen Ferreira Tiago.
Alfred RiedlKetua Badan Tim Nasional La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sepakat mengembalikan Riedl sebagai pelatih timnas. "Teman-teman Exco mengajukan nama Riedl," kata La Nyalla di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (18/11).
Sejumlah nama sempat dikaitkan akan menjadi penerus tongkat kepelatihan Jacksen. Salah satunya Nil Maizar yang juga pernah melatih timnas pada ajang Piala AFF 2012 dan laga perdana kualifikasi Piala Asia 2015. Ketika ditanyakan hal tersebut, La Nyalla mengatakan tidak ada nama yang diajukan Exco selain Riedl.
Secara pribadi, La Nyalla pun sepakat apabila Riedl kembali menangani timnas senior. Sebab, Riedl dinilai salah satu pelatih sukses ketika membesut timnas. "Saya pikir Riedl memang yang terbaik," ujar Wakil Ketua Umum PSSI tersebut.
Kursi kepelatihan timnas dipastikan berganti setelah Indonesia melakoni laga keempat kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Irak pada Selasa (19/11) di SUGBK. Kendati sudah memunculkan nama Riedl sebagai pengganti Jacksen, namun La Nyalla mengaku belum ada keputusan terkait pengangkatan Riedl.
Riedl tentu bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Pria berusia 63 tahun itu pernah membawa timnas ke final Piala AFF 2010. Namun, Riedl gagal mempersembahkan juara lantaran kalah di partai final melawan Malaysia dengan agregat 2-4. Riedl kemudian dipecat pada Juli 2011 dan digantikan oleh Wim Rijsbergen.
Riedl kembali ke Indonesia pada September 2012. Ia ditunjuk menjadi pelatih timnas versi KPSI ketika Indonesia masih dilanda dualisme federasi.
La Nyalla yang kala itu menjadi Ketua Umum KPSI membentuk timnas tandingan untuk menyaingi timnas PSSI asuhan Nil Maizar yang dipersiapkan pada Piala AFF 2012.
Sebelumnya, Riedl telah menyatakan kesiapannya apabila kembali mendapat kepercayaan. Juru taktik asal Austria tersebut mengaku rindu kepada Indonesia. "Semoga bisa kembali (melatih timnas) secepat mungkin," ungkap Riedl akhir Oktober lalu.
Reporter : Satria Kartika Yudha
Redaktur : Mansyur Faqih

Setiap Hari Mualaf Bersyahadat di Islamic Center Wina


REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Satu masalah yang dihadapi masyarakat Wina, ibukota Austria, ketika mencari informasi tentang Islam adalah sulitnya menemukan Islamic Center atau Masjid. Itu sebabnya, keberadaan Vienna Islamic Center sangat membantu.

Saat ini, Islamic Center tengah menjadi pusat kegiatan tak hanya kalangan Muslim tetapi juga non-Muslim. "Islamic Center terbuka untuk siapa saja. Tak heran, banyak kalangan non-Muslim yang datang berkunjung setiap hari," ungkap Dr. Hasyim A Mahrougi, Kepala Vienna Islamic Center, seperti dilansir onislam.net, Sabtu (16/11).

Beragam kegiatan digelar di sini, salah satunya proyek Back2Islam, yakni sebuah proyek yang mengajak kalangan Muslim untuk berdiskusi tentang Islam dan Muslim. "Melalui proyek ini, kami ingin membuat kalangan non-Muslim memahami bahwa Islam agama damai dan kami bukanlah teroris seperti yang dikabarkan media massa," kata dia.

Setiap harinya, suasana Islamic Center selalu diwarnai suasana haru dan bahagia. Ini terjadi, ketika ada mualaf baru yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Seperti hari ini, perempuan muda Austria, Lutica Hustavova memutuskan menjadi Muslim.

Footage : Youtube
Redaktur : Agung Sasongko

Pakistan Tampilkan Pesawat Buatan Lokal JF-17 di Dubai Air Show 2013


REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Angkatan Udara Pakistan (PAF) berpartisipasi dalam Dubai Air Show 2013, yang dimulai sejak Ahad kemarin.
Acara diselenggarakan di Dubai World Central Airport dan tidak lagi di Bandara Internasional Dubai. Lokasi baru ini berjarak 30km dari kota Dubai.
JF-17 Thunder buatan Pakistan ikuti pameran dirgantara Dubai Air Show 2013Pesawat JF-17 Thunder dan Super Mushshak milik PAF bersama kontingen PAF yang terdiri dari pilot dan teknisi berpartisipasi dalam pertunjukan itu.
Para pilot telah menyelesaikan latihan aerobatik.
JF-17 Thunder dikembangkan bersama oleh PAF dan  China Aero-technology Import Export Corporation (CATIC), dan diproduksi oleh Pakistan Aeronautical Complex (PAC) dan CATIC.
Pesawatnya sendiri telah dikirim dan digelar secara statis kemudian akan tampil dalam pertunjukan udara.
Lebih dari 200 perusahaan dari seluruh dunia terlibat menampilkan produk-produk penerbangan.
JF-17 Thunder akan unjuk terbang bersama 150 pesawat yang dipamerkan.
Redaktur : Julkifli Marbun
Sumber : tribune.com.pk

Kamis, 14 November 2013

"MK DIOBRAK-ABRIK"

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sidang putusan Pemilukada ulang Provinsi Maluku berlangsung ricuh di Mahkamah Konstitusi. Massa yang diduga berasal dari pasangan nomor urut Herman Adrian Koedoeboen dan Daud Sangadji mengamuk dan mengobrak-abrik ruang sidang pleno MK.

Saat pembacaan sidang putusan, puluhan massa pasangan nomor urut empat yang berada di luar sidang pleno di lantai dua berteriak-teriak. Saat itu, majelis hakim sudah menolak permohonan pemohon.

"MK maling, MK maling," teriak beberapa pengunjung di MK, Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Massa kemudian melemparkan kursi-kursi pengunjung dan merusak properti MK. Sesaat kemudian massa kemudian, masuk ke ruang sidang pleno dan mengacaukan sidang.

Karena situasi kacau, majelis hakim menunda sidang dan memilih meninggalkan ruangan sidang. Aparat kepolisian yang nampakanya tidak menduga kejadian tersebut baru masuk ke ruang sidang ketika massa udah mengobrak-abrik ruang sidang.

Selasa, 12 November 2013

'Anonymous Indonesia' Serang Ratusan Website Australia

Jakarta - Hacker yang mengaku tergabung dalam kelompok Anonymous Indonesia baru-baru ini menyerbu ratusan website Australia. Dilaporkan, lebih dari 200 website dengan domain berakhiran .au mengalami deface.
Seperti dikutip detikINET dari Guardian, Senin (3/11/2013), para hacker mengganti tampilan halaman situs dengan pesan berbunyi 'Stop Spying on Indonesian!'".

Beberapa website yang kebobolan dalam aksi deface ini seperti brisbanetimberwindows.com.au, perthclairvoyant.com.au dan petprotector.net.au. Memang sebagian website yang disasar tak berhubungan dengan aksi mata-mata, sehingga diduga serangan dilakukan secara random.

Anonymus sendiri adalah grup hacker internasional yang kabarnya beroperasi di banyak negara. Motif serangan cyber mereka biasanya terkait dengan urusan politik.

Aksi pembobolan oleh hacker Indonesia tersebut dilatarbelakangi dugaan bahwa pemerintah Australia ikut berperan dalam aksi mata-mata terhadap Indonesia.

Dalam dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden, agen Amerika Serikat yang membelot, pemerintah Amerika Serikat dilaporkan memimpin aksi spionase pada Indonesia. Salah satunya dengan memanfaatkan kedutaan besar Australia di Jakarta.

Serang Situs Australia, Hacker Indonesia Dibela

http://images.detik.com/content/2013/11/10/323/hacker1dlm.jpgJakarta - Indonesia belakangan dihebohkan dengan isu penyadapan dari Australia. Imbasnya, hacker yang mengaku tergabung dalam kelompok Anonymous Indonesia pun menyerbu ratusan website Australia sebagai bentuk protes.

Dilaporkan oleh The Guardian, lebih dari 200 website dengan domain berakhiran .au mengalami deface. Aksi permak situs ini ternyata tidak mendapat balasan dari kubu hacker Australia. Malah sebaliknya, hacker Australia pun konon ikut membantu serangan ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintahannya.

Apa yang dilakukan oleh para hacker ini memang tak bisa serta merta dibenarkan. Namun menurut pengamatan praktisi internet, hal semacam itu lumrah terjadi di dunia maya. Apalagi kalau sudah menyangkut urusan patriotisme bangsa.

Heru Nugroho, mantan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), ternyata ikut membela aksi para hacker ini. Sebagai praktisi internet, ia mengaku punya pandangan lain.

"Para hacker itu nggak bisa disalahin. Itulah bentuk ekspresi mereka atas kebanggaan terhadap bangsanya. Mereka sekadar berekspresi, terlepas urusan benar atau salah," begitu kata Heru dalam perbincangan dengan detikINET, Minggu (10/11/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pembobolan oleh para hacker Indonesia tersebut dilatarbelakangi dugaan bahwa pemerintah Australia ikut berperan dalam aksi mata-mata terhadap Indonesia.

Dalam dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden, agen Amerika Serikat yang membelot, pemerintah Amerika Serikat dilaporkan memimpin aksi spionase pada Indonesia. Salah satunya dengan memanfaatkan kedutaan besar Australia di Jakarta."Pokoknya, kita harus angkat topi sama hacker Indonesia yang berani nyerang situs government Aussie sebagai tindak protes terhadap penyadapan yang terjadi ke pejabat berbagai negara, termasuk pejabat Indonesia. Tapi jangan sampai, mereka nyerang situs komersial dan publik yang lain," Heru mengingatkan.

Isu soal penyadapan Australia juga diperkuat oleh sejumlah pemberitaan internasional. Termasuk yang dikabarkan oleh situs harian The Australian. Dalam situs tersebut diberitakan juga, pemerintah Australia ikut menyadap satelit Palapa milik Indonesia. Satelit ini dimiliki oleh Indosat yang 65% sahamnya dikuasai Ooredoo dari Qatar.

Sayangnya, di situs itu tak disebutkan tipe satelit Palapa yang disadap mengingat Indosat memiliki satelit Palapa C-2 dan Palapa D. Palapa C-2 sudah habis nilai ekonomisnya, sementara Palapa D masih beroperasi secara ekonomis dan fungsional.

Pihak yang diduga menyadap adalah Australian Signals Directorate (ASD), salah satu direktorat di Kementerian Pertahanan Australia yang bertanggung jawab atas signals intelligence (SIGNIT). Informasi mengenai penyadapan satelit ini diungkap Des Ball, professor dari Australian National University's Strategic and Defence Studies Centre.

Sebelum mencuat soal penyadapan satelit Palapa, surat kabar Australia Sidney Morning Herald pada 29 Oktober 2013 juga mengabarkan adanya penyadapan yang dilakukan pemerintah AS terhadap pemerintah Indonesia. Bukan hanya Jakarta, AS juga disebut-sebut menyadap semua negara di Asia Tenggara lainnya.

Informasi yang berasal dari Edward Snowden intelijen AS itu menyebutkan cara penyadapan selama ini melalui Singapore Telecom (SingTel), operator telekomunikasi milik Pemerintah Singapura yang juga menguasai 35% saham Telkomsel.

SingTel kabarnya memanfaatkan kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Asia, Timur Tengah dan Eropa (SEA-ME-WE) untuk melakukan penyadapan ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. SEA-ME-WE-3 merupakan kabel serat optik telekomunikasi bawah laut yang selesai pada tahun 2000 dengan panjang 39.000 km.

Praktik penyadapan yang dilakukan untuk memanen data dari email, pesan instan, telepon password dan sebagainya, dilakukan dari lalu lintas data melalui kabel serat optik bawah laut berkode sandi TEMPORA ini disebut-sebut sudah berjalan hingga 15 tahunan.TEMPORA merupakan program intersepsi yang dimotori Inggris melalui Government Communications Headquarters (GCHQ).

Tak hanya itu, Snowden juga mengungkapkan National Security Agency (NSA) Amerika Serikat telah menyusup ke dalam perusahaan telekomunikasi besar di China dan raksasa internet, Pacnet. Perusahaan ini tadinya sempat dilirik oleh Telkom untuk diakuisisi, namun akhirnya batal.

"NASIONALISME" Hacker Indonesia Jebol Situs Badan Intelijen Australia

Hacker Indonesia jebol situs Badan Layanan Intelijen Rahasia Australia (ASIS). (foto ilustrasi hacker)
VIVAnews - Sumpah para peretas asal Indonesia untuk terus menggempur beberapa situs pemerintahan Negeri Kanguru, bukan sekedar isapan jempol belaka. Salah satu yang berhasil dibuat kolaps yakni situs Badan Layanan Intelijen Rahasia Australia (ASIS) yang beralamat di asis.gov.au.

Harian Sydney Morning Herald (SMH), Senin 11 November 2013 melansir situs tersebut sudah tidak dapat diakses sejak beberapa hari lalu. Bahkan, ketika mereka mencoba mengaksesnya pada Senin sore kemarin, situs itu masih kolaps dan tidak menunjukkan tampilan apapun.

Peneliti dan Pendiri ICT Institut, Heru Sutadi, turut membenarkan adanya serangan itu.
Dihubungi VIVAnews melalui sambungan telepon, dia menyebut ada satu kelompok peretas yang menamakan diri Indonesian Security Down (ISD) Team diyakini sebagai otak di balik penyerangan situs milik intelijen Australia.

"Mereka mulai melakukan serangan tersebut pada hari Jumat malam pekan lalu. Serangan mulai dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung selama dua setengah jam. Saat itu juga situs ASIS kolaps dan down," ujar Heru.

Serangan yang digunakan ISD Team, lanjut Heru, yakni Denial of Service (DOS).

"Artinya, sekelompok peretas yang terdiri 500 hingga seribu hacker secara bersama-sama menyerang satu situs yang sama. Mereka menyerang dengan paket-paket data secara bersamaan sehingga server situs yang bersangkutan kewalahan lalu down," kata Heru menjelaskan.

Serangan DOS, ujar Heru, berbeda dengan hanya mengganti tampilan sebuah situs.

Tidak sampai di situ, target lain yang diserang para peretas Indonesia yakni situs Badan Layanan Intelijen Nasional Australia (ASIO), beralamat di asio.gov.au. Menurut Heru, serangan dilakukan pada hari Sabtu malam pekan lalu.

"Efek untuk situs ASIO sudah mulai terasa pada Selasa pagi ini," kata dia.

Target ketiga yang diserang yakni situs Direktorat Sinyal Australia (ASD). Badan intelijen ini diyakini berada di balik aksi spionase Australia dengan membangun pos penyadapan di dalam gedung Kedutaan.

Kemudian VIVAnews mencoba mengecek ketiga situs badan intelijen Australia itu. Hasilnya satu situs ASIS yang hingga kini belum dapat diakses. Sementara untuk situs ASIO dan ASD, sudah dapat diakses oleh publik.

Heru mengakui situs ASIO dan ASD memang lebih sulit untuk diretas ketimbang ASIS.

"Secara intelijen, kedua situs tadi memang lebih siap ketimbang ASIS," kata dia.

Penyerangan terhadap ketiga situs itu sesuai saran yang diberikan oleh kelompok Anonymous Australia. Dalam sebuah video di situs Cyber War News, Anonymous Australia meminta supaya para peretas asal Indonesia tak lagi menyasar situs non pemerintah seperti badan amal, pengusaha dan rumah sakit.

"Situs-situs bisnis yang tak terkait masalah ini, seharusnya tidak diserang. Kami meminta sebagai sesama saudara agar fokus kepada target utama Anda, Pemerintah dan Badan Intelijen. Jangan libatkan pihak lain masuk ke dalam masalah ini" tulis Anonymous Australia dalam video itu.

Mereka mengancam akan terjadi perang cyber, apabila imbauan itu tak juga dituruti. Mereka lantas menyarankan supaya para peretas Indonesia hanya menyasar situs-situs milik Pemerintah Australia saja.

"Karena adanya etika di antara sesama hacker dan juga menghormati kelompok Anonymous Australia, maka mereka mengikuti imbauan itu," kata Heru.

Namun Heru membantah adanya pemberitaan yang menyebut Anonymous Australia akan membantu aksi para peretas Indonesia. "Tidak ada bantuan apa pun. Hacker Indonesia melakukan aksi itu sendiri," Heru menegaskan.

Menurut dia, motif di balik aksi hacking ini murni karena geram terhadap sikap Pemerintah Australia yang mengganggu kedaulatan dengan menyadap komunikasi para pejabat Indonesia.

"Mereka juga kesal dengan sikap Pemerintahan kita yang cenderung lembek dalam menghadapi isu spionase ini. Oleh sebab itu mereka mengaku akan terus menyerang, kecuali ada permintaan maaf resmi dari Pemerintah Australia," ujar Heru.

Selain ISD Team, sumpah serupa juga diucap kelompok Indonesian Cyber Army dan Java Cyber Army.

Heru menyebut pertimbangan memilih ketiga situs Badan Intelijen itu, bukan tanpa pemikiran. Sebelum menyerang, kelompok hacker Indonesia sudah memikirkan konsekuensi jika situs Badan Intelijen Indonesia akan diserang balik oleh hacker dari Australia.

"Namun, hingga sejauh ini sih belum ada konfirmasi adanya serangan balik dari pihak hacker atau badan intelijen Australia," tuturnya.

Mengapa Heru bisa mengetahui adanya kronologi penyerangan para peretas tersebut? Dia mengaku hanya memantau komunikasi kelompok-kelompok tersebut melalui Twitter.

"Jadi saya tidak terlibat dalam aksi hacking tersebut. Ketemu orang-orang di balik kelompok itu juga belum pernah," ujar Heru.

Juru Bicara Kepolisian Federal Australia yang dihubungi SMH, mengaku peristiwa peretasan situs ASIS sama sekali tidak terkait dengan mereka. Sementara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan yang memiliki kewenangan untuk mengawasi ASIS menolak berkomentar. Reaksi serupa juga disampaikan oleh Perwakilan Australia di Indonesia.  (eh)

Sabtu, 09 November 2013

TRAILER THE RAID 2 BERANDAL (Firts Teaser Trailer)


THE RAID 2

The Raid 2: BerandalREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "The Raid 2: Berandal" beberapa waktu lalu merilis teaser trailer. Di trailer berdurasi 1 menit 19 detik itu, penonton disuguhkan aksi-aksi memukau.

Setelah menjalani syuting selama berbulan-bulan, "The Raid 2: Berandal" akhirnya memberi sedikit bocoran tentang film yang dibintangi Iko Uwais tersebut.
Tidak hanya publik Indonesia, diluncurkannya teaser trailer juga mendapat respon dari publik internasional.

Seperti diketahui, setelah film "The Raid" mendapat perhatian dunia, lanjutan film besutan Gareth Evans itu memang banyak dinanti.
Seperti yang diutarakan situs Hollywood Reporter. Tidak tanggung-tanggung, situs ternama di Hollywood ini menyebutkan bahwa trailer yang disajikan "The Raid 2: Berandal" menyajikan aksi yang lebih baik dari film Blockbuster kebanyakan.

Bahkan Hollywood Reporter menyebut film ini menyajikan film seni bela diri tanpa henti, yang membuat semua tulang bergerak, pukulan di wajah, tenggorokan yang teriris hingga kepalan tangan yang membuat jantung penonton berdegup.

Sementara Slashfilm menyebut film "The Raid 2: Berandal" menyajikan aksi yang menghibur tanpa henti.

Empire Online menyebut bahwa teaser yang disajikan benar-benar memberikan gambaran soal aksi memukau yang ada dalam film.

"The Raid 2: Berandal" direncanakan tayang tahun depan dengan dibintangi sederetan nama, seperti Iko Uwais, Arifin Putra, Alex Abad, Oka Antara, Tio Pakusadewo, Julie Estelle, Cecep Arif Rahman, Cok Simbara, Yayan Ruhian, Matsuda Ryuhei, Endo Kenichi, dan Kazuki Kitamura star.
Redaktur : Hazliansyah