Sabtu, 08 Februari 2014

The Raid 2 Siap Tayang

The Raid 2 Siap TayangTEMPO.CO, Jakarta - Film The Raid 2: Berandal siap tayang di Indonesia setelah diputar lebih dulu di Amerika Serikat untuk Sundace Film Festival. Menurut Ario Sagantoro, produser film itu, untuk The Raid 2 ceritanya akan lebih rumit. Selain cerita, dalam hal pemain ada perbedaan jika dibandingkan pada The Raid 1.

Toro--biasa disapa--bersama Gareth Evans menjanjikan kalau penonton akan mendapatkan sensasi yang berbeda. Film yang pembuatannya memakan waktu enam bulan itu melibatkan Tio Pakusadewo, Oka Antara, Arifin Putra, Alex Abbad dan Julie Estelle.

"Kami sudah maping dan The Raid 2 siap turun," kata Toro.

Proses pembuatan film The Raid 2 tidak seperti film Indonesia lainnya. Mereka telah melakukan persiapan sejak Oktober 2012. Lalu mulai mencari lokasi syuting yang cocok dan mulai mencari koreografi aksi bela diri. Para aktor yang tidak memiliki latar bela diri telah dilatih. Kini kemampuannya tak tertandingi jika dilihat di dalam film.

"Kami telah banyak melakukan percobaan adegan, salah satunya bagaimana menghancurkan mobil," kata Toro.

Meski pada 2014 Indonesia sedang melakukan persiapan pemilihan presiden, Toro yakin banyak penonton yang menantikan The Raid 2. "Semoga film ini nanti bisa menjadi hiburan di saat semua orang sedang asyik membicarakan tentang pemilu nanti," katanya.

The Raid 1 cukup sukses menarik sekitar 1,7 juta penonton sejak penayangannya pada awal tahun 2012 itu. Melihat kesuksesan itu, ternyata sang produser, Ario Sagantoro, ingin mencoba kembali meraih kesuksesan pada sekuel lanjutan film laga yang dibintangi oleh aktor Iko Uwais itu.

MITRA TARIGAN

Ingat... "Online Learning" Bukan Kelas Kacangan!

Saat berdiskusi mengenai masalah-masalah itu, lanjut dia, mahasiswa belajar melihat kegiatan sehari-hari. Mereka lalu diminta menganalisa, misalnya kebijakan apa yang harus diambil ketika menjadi seorang direktur atau manajer di sebuah perusahaan multinational cooperation (MNC) 


KOMPAS.com — Selama ini, memang, stereotipe yang muncul pada sistem pendidikan online adalah jauh tertinggal dibandingkan sistem pembelajaran kelas konvensional atau tatap muka. Bahkan, metode online dianggap "kelas kacangan".

"Banyak yang melihat kalau sistem pendidikan online itu low quality alias kacangan. Nah, stereotipe itulah yang harus kami edukasi ke masyarakat," kata Program Director MM Executive BINUS Business School, Tubagus Hanafi Soeriaatmadja, saat berbincang dengan Kompas.com di Jakarta, akhir Januari lalu.

Hanafi berpijak pada sebuah survei di salah satu universitas di Amerika Serikat yang menyebutkan, jika murid kelas konvensional dengan murid kelas online diuji bersama-sama, maka ditemukan hasil sebanyak 90-100 persen siswa kelas online memperoleh nilai di atas C dan hanya 60 persen siswa kelas konvensional yang mendapatkan nilai di atas C.

Berdasarkan survei itu, siswa kelas online terbukti memiliki banyak keunggulan (Baca: Mengapa Siswa Kelas "Online" Lebih Unggul dari Kelas Konvensional?). Semua materi dan diskusi mengenai pembelajaran dapat diulang kembali.

Sistem ini jelas berbeda dengan kelas konvensional, di mana siswa harus mencatat. Apabila lupa mencatat, maka materi yang diberikan ke siswa hanya "masuk telinga kanan, keluar telinga kiri".

"Karena itulah, BINUS Business School meluncurkan program kuliah berbasis teknologi, yaitu MM Online. MM Online ini merupakan program Master in Management atau MM yang sebagian besar proses belajar mengajarnya menggunakan teknologi atau online," kata Hanafi.

Hanafi menjelaskan bahwa program sudah mulai diuji coba pada Desember 2013 dan mulai aktif dijalankan pada Februari 2014 ini memiliki beberapa target pencapaian. Ia melihat terbentuknya MM Online ini sebagai sebuah tantangan sekaligus peluang.

"Salah satunya itu tadi, untuk menghapus stereotipe masyarakat mengenai sistem pendidikan online dan mahasiswanya yang jauh tertinggal dengan mahasiswa kelas konvensional. Padahal sebaliknya, mereka lebih unggul," kata Hanafi.


M Latief/KOMPAS.com Sistem ini jelas berbeda dengan kelas konvensional, dimana siswa harus mencatat. Apabila lupa mencatat, maka materi yang diberikan ke siswa hanya
Analitikal dan kreativitas

"Hampir semua universitas ternama di dunia saat ini telah masuk atau beralih menggunakan sistem online. Kualitas pendidikan tetap terjaga, hanya saja metode perkuliahannya yang diubah. Melalui sistem online itu, pihak penyelenggara pendidikan juga bisa membuka jaringan seluas-luasnya kepada mahasiswa dari satu kota dengan kota lain, bahkan dengan negara lainnya," lanjut Hanafi.

Upaya menyelenggarakan MM Online di BINUS Business School ini, misalnya. Universitas Bina Nusantara (Binus University) selama empat tahun ini telah serius mengembangkan metode perkuliahan secara online, terutama untuk jenjang sarjana (S-1). Berbekal pengalaman itu, lanjut Hanafi, dapat disimpulkan bahwa apabila seorang siswa mampu belajar menggunakan teknologi tinggi, maka hal itu akan menumbuhkan rasa percaya diri yang besar di dalam dirinya.

"Dari survei yang kami dapatkan itu, kami semakin yakin bahwa sistem online semakin unggul. Maka, tugas kami sekarang adalah menyosialisasikan ke masyarakat bahwa edukasi dengan sistem online itu sama dengan edukasi yang telah ada sebelumnya. Bahkan memiliki kemungkinan menghasilkan nilai lebih bagus dibandingkan dengan kelas face to face," ujar Hanafi.

Hanafi memaparkan, ada dua pendekatan yang dilakukan oleh pihak universitas untuk menjalankan metode MM Online ini. Pendekatan pertama adalah pendekatan kemampuan analitikal situasi dan pendekatan kreativitas (MM Online... Sedikit Tatap Muka, Kualitas Belajar Tetap Canggih!).

"Bicara mengenai pendekatan analitikal, kami menerapkannya dengan menggunakan studi kasus yang ada di sekitar kita. Misalnya, studi kasus marketing Indonesia, seperti Coca-Cola, Indosat, maupun Astra," kata Hanafi.

Saat berdiskusi mengenai masalah-masalah itu, lanjut dia, mahasiswa belajar melihat kegiatan sehari-hari. Mereka lalu diminta menganalisis, misalnya, kebijakan apa yang harus diambil ketika menjadi seorang direktur atau manajer di sebuah perusahaan multinational cooperation (MNC) sekelas instansi-instansi tadi.

"Sementara dalam pendekatan kreativitas, mahasiswa akan dipaksa membuat sebuah proyek yang akan menonjolkan daya juang mereka, kreativitas mereka. Selain menggunakan powerpoint, mahasiswa diwajibkan membeli buku referensi atau pegangan sepanjang kuliah," tutur Hanafi.

Melalui MM Online ini, Hanafi juga berharap dapat menambah aksesibilitas perusahaan atau industri terhadap pendidikan. Dengan sistem online, mahasiswa tak lagi akan memusingkan jadwal kuliah maupun kondisi jalan macet yang selalu mendera Jakarta.

"Untuk tahap pertama, program MM Online masih menggunakan bahasa Indonesia dan terfokus pada marketing di Indonesia. Ke depannya, perkuliahan di MM Online menggunakan bahasa Inggris yang aktif. Kami juga membuka kesempatan mahasiswa asing untuk mendapat gelar master bisnis di Indonesia," ujarnya.

Hanafi mengaku, keberadaan Binus University di Indonesia saat ini tidak hanya sebagai pasar bagi para mahasiswa lokal, tetapi juga bagi para mahasiswa internasional. Dia bilang, pertumbuhan yang menarik dari bisnis asing itu ada di Indonesia.

"Selain mahasiswanya akan mendapat gelar, mereka juga akan memiliki network dan efektif berbisnis di sini," pungkas Hanafi.


Indonesia Jajaki Pembelian Dua Kapal Selam Rusia

Indonesia Jajaki Pembelian Dua Kapal Selam RusiaTEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Angkatan Laut Laksamana Marsetio berencana membeli kapal selam kelas Kilo dari Rusia.

"Kami akan melihat dulu dua kapal selam yang ditawarkan itu," kata Marsetio ketika ditemui di acara penyerahan tank amfibi di Situbondo, Jawa Timur, pada Selasa, 28 Januari 2014.

Saat ini Indonesia sudah memiliki dua unit kapal selam tipe 209/1300 buatan Jerman. September 2013 lalu, Indonesia memesan dua unit kapal selam tipe U-209 yang kini dalam proses pembuatan di Korea Selatan. Meski demikian, kebutuhan kapal selam untuk mempertahankan teritorial maritim Indonesia masih dianggap kurang.

"Idealnya kita butuh 12 unit kapal selam, jadi masih kurang lima unit lagi," kata Marestio.
Duta Besar Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun mengatakan proses peninjauan kapal selam yang ditawarkan Rusia akan dilakukan pada Februari mendatang.

"Tahap awal akan ada empat orang yang meninjau kapal itu. Dua kapal selam itu entah nanti dibeli dengan harga murah atau dihibahkan," kata Djauhari. (Baca: Butuh Kapal Selam, TNI Kirim Tim ke Rusia )

Kapal selam kelas Kilo adalah kapal selam militer bertenaga diesel atau kerap dikenal dengan nama Project 877. Kapal ini berfungsi sebagai kapal selam anti-permukaan yang berfungsi di perairan dangkal dan mampu beroperasi dengan tenang atau tanpa suara.

Kapal selam jenis ini memiliki persenjataan berupa delapan roket permukaan ke udara SA-N-8 Gremlin atau SA-N-10 Gimlet. Selain itu, kapal selam ini dilengkapi 18 torpedo atau 24 ranjau dengan enam buah tabung torpedo 533 milimeter.

NURUL MAHMUDAH

ISL DISENSOR ( ORANG MISKIN DILARANG NONTON BOLA )

Ironi,saat hiburan rakyat paling favorit di indonesia disensor oleh salah satu stasiun TV swasta.Padahal sepak bola harusnya menjadi milik semua kalangan,dari yang miskin sampai yang kaya.tapi yang terjadi saat ini jutru orang-orang yang mampu berlangganan tv berbayar dan orang perkotaan-lah yang bisa menonton bola.Signal UHV tidak mampu menembus plosok,dan dari mereka tidak mampu berlangganan TV berbayar.
    Bagaimana anak-anak dari daerah bisa mengembangkan bakatnya bila mereka tidak bisa menonton bola  dan melihat pemain favorinya bermain,sepakbola  hanya akan menjadi cerita bagi mereka bila keadaan terus seperti ini.
    Lebih disayangkan lagi,Stasiun swasta itu adalah milik salah satu CAWAPRES,apa jadinya jika ia benar-benar menjadi pemimpin negara.Mungkin  dia akan menerapkan konsep didaktor di indonesia.
    Tapi semua ini Rakyatlah yang akan menilai.